Home Internasional Jelang Pemilu AS, Trump Dihujani Kritik Partai Sendiri

Jelang Pemilu AS, Trump Dihujani Kritik Partai Sendiri

28
Jelang Pemilu AS, Trump Dihujani Kritik Partai Sendiri

Capres petahana Amerika Serikat Donald Trump. (AFP/SAUL LOEB)

 

Selasa, 20 Oktober 2020 06:28 WIB

 
 

(CAKAPLAH) - Calon presiden petahana Amerika Serikat Donald Trump mengecam kritik yang dilayangkan sejumlah anggota partainya sendiri, Republik, dan menyebutnya bodoh.

Pada Minggu (18/10) dia menyerukan persatuan di tengah meningkatnya peringatan dari Partai Republik tentang risiko "pertumpahan darah" menjelang pemilu 3 November mendatang.


Komentar tersebut disampaikan Trump di sebuah kampanye rapat umum di negara bagian barat Nevada.

Dia juga menanggapi komentar dari Senator Republik, Ben Sasse dari Nebraska yang mengatakan kepada konstituen bahwa Trump "mencium pantat diktator", menganiaya wanita, dan menggunakan Gedung Putih sebagai bisnis.

Anggota Partai Republik lainnya juga telah memperingatkan kekalahan elektoral dalam pemungutan suara yang akan mencakup pemilihan kongres. Senada dengan Sasse, Senator Ted Cruz juga mengatakan ada risiko "pertumpahan darah".

Bahkan salah satu sekutu Senat terdekat Trump, Lindsey Graham baru-baru ini mengatakan bahwa Demokrat memiliki "peluang bagus" untuk memenangkan Gedung Putih.

"Kami memiliki beberapa orang bodoh. Kami memiliki orang ini, Sasse. Anda tahu, (saya) ingin membuat pernyataan Partai Republik harus bersatu dengan lebih baik," ujar Trump saat kampanye rapat umum di Carson City, ibu kota Nevada seperti dilansir dari AFP, Senin (19/10).

Selain itu, Trump juga menyerang Joe Biden dan membanggakan kebijakan ekonominya.

Pada Minggu, Trump turut menghadiri kebaktian di sebuah gereja evangelis di Las Vegas. Seorang fotografer kolam renang melihat Trump melemparkan segenggam uang US$20.

Sementara itu, Biden yang dikenal sebagai seorang Katolik yang taat, menghadiri Misa bersama istrinya, Jill, di gereja dekat Wilmington, Delaware sebelum mengunjungi makam anaknya, Beau yang meninggal pada 2015 lalu akibat kanker otak.

Biden membatasi kampanyenya karena khawatir akan pandemi Covid-19, dia kemudian menuju North Carolina untuk menghadiri serangkaian acara. Di Durham, North Carolina, Biden (77) terlihat mengenakan masker.

"Kami memilih harapan daripada ketakutan, kami memilih persatuan daripada perpecahan, sains daripada fiksi, dan ya, kami memilih kebenaran daripada kebohongan," kata Biden.

Debat nasional terakhir presiden AS antara Donald Trump dan Joe Biden akan diadakan pada Kamis di Nashville, Tennessee dan akan dilakukan secara tatap muka.

 

Sumber : CAKAPLAH

- Pucuk Suku Nan Sepuluh -
Banner Pucuk Suku Nan Sepuluh
- Makna dan Arti Logo -
Banner makna Logo luhak kepenuhan
Gssb
Banner gssb
Luhak Kepenuhan Negeri Beradat
New Poster Luhak Kepenuhan Beradat
Jadwal Sholat & Imsakiah 1441 H
Banner Waktu Sholat dan Imsakiyah 1441 H
Banner Petuah Ketua Lam Rohul
Petuah Ketua LAM Rohul
Banner Petuah Ketua Lam Rohul
Banner Petuah Ketua Lam Rohul
Sambutan Ketua LKA Kepenuhan
Banner Ketua LKA Kepenuhan
Banner Ketua LKA Kepenuhan
Sekapur Sirih Mamak Sutan Kayo Moah
Banner Sekapur Sirih
Banner Sekapur Sirih
Buku Luhak Kepenuhan Negeri Beradat
Banner Buku Luhak Kepenuhan Negeri Beradat
Banner Buku Luhak Kepenuhan Negeri Beradat
Add
Banner ADD
Banner ADD
One Day One Juz
Banner One Day One Juz
Banner One Day One Juz
Rumah Tahfidz Kepenuhan Timur
Banner Rumah Tahfidz Kepenuhan Timur
Banner Rumah Tahfidz Kepenuhan Timur
Banner Gerakan Negeri Beradat
Banner Gerakan Negeri Beradat
Banner Buku Super Quotion
Banner Buku Super Quotion
Banner Lam Kabupaten ROkan Hulu
Banner Lam Kabupaten ROkan Hulu
Banner LKA Kepenuhan
Banner LKA Kepenuhan