Home Luhak Kepenuhan Sanksi Adat

Sanksi Adat

11
Sanksi Adat

 

 

Berdasarkan hasil keputusan Adat Luhak Kepenuhan pada tanggal 24 April 1999 di Balai Adat Luhak Kepenuhan, ada beberapa sanksi yang akan dikenai kepada siapa saja yang melanggar, yaitu:

 

Hutang Makan Sirih Setepak

 

  1. Yang patut tahu tidak tahu, yang patut diundang tid4 diundang dalam acara adat yang bersangkutan.

 

  1. Salah pembicaraan antar anak kemenakan terhadap orang somondo dalam pelaksanaan acara adat.

 

Hutang Makan Sirih Setepak dan Perjamuan Makan: Yang Salah Melaksanakan.

 

  1. Anak kemenakan mengasari (mengeluarkan kata-kata yang tidak patut) atau menghina Mato Buah Poik di hadapan orang banyak (lauknya ikan).
  2. Anak kemenakan, Mato Buah Poik menghina induk di hadapan orang banyak (lauknya ayam).
  1. Anak kemenakan, Mato Buah Poik, induk menghina tungkek dan pucuk di hadapan orang banyak (lauknya kambing)

 

Hutang Makan Sirih Setepak Nasi Kunyik Sehidangan.

 

Yang salah membuat hidangan mengantarkan ke rumah salah satu yang berkelahi atau bahannya saja yang diantar ke rumah yang disalahi tersebut berdasarkan hasil mufakat.

 

  1. Perkelahian antara seseorang dengan orang lain yang tidak memakai alat dan tidak mengeluarkan darah, hanya bengkak dan lebam saja. Biaya pengobatan ditanggung oleh yang membuat bengkak atau lebam tersebut.

 

  1. Berbantah-bantah atau berkelahi menapa (bertempat) ke rumah salah satu yang berkelahi

 

  1. Berkelahi di rumah orang lain (utang sama-sama dibayar kepada orang rumah).

 

  1. Perkelahian suami istri mengakibatkan bengkak dan lebam apabila salah satu mengadu ke ninik mamak maka atang dibayar kepada ninik mamak. Persengketaan tersebut diselesaikan oleh ninik mamak suami istri bersangkutan.

 

Hutang Makan Sirih Setepak Nasi Kunyik Sehidangan Kain Putih Sekabung.

 

Yang salah membuat hidangan mengantarkan ke rumah yang disalahi atau bahannya diantarkan menurut hasil mufakat.

 

  1. Berkelahi dengan tidak memakai alat sehingga mengeluarkan darah harus diobati oleh yang melakukannya hingga korban sembuh.

 

  1. Sesuatu yang dikerjakan dengan tidak sengaja sehingga mengeluarkan darah, baik dilakukan oleh anak-anak maupun orang dewasa. Pengobatannya ditanggung oleh yang melakukannya hingga sembuh.

 

  1. Anak-anak di bawah umur yang berkelahi dan mengeluarkan darah maka pengobatannya ditanggung oleh yang melakukannya hingga sembuh.

 

Hutang Makan Sirih Setepak dan Nasi Kunyik serta Perjamuan Makan Lauknya Karnbing.

 

Hal ini berlaku bagi yang bersalah/yang berkepentingan.

 

  1. Mengangkat gelar adat
  2. Masuk suku keluar suku
  3. Bertikam bunuh yang tidak mengakibatkan mati.
  4. Sumbang salah yaitu berzina dengan ipar, yaitu suka sama suka tambah utang, laki-laki wajib menceraikan istrinya. Laki-laki turun dari rumah sehelai sepinggang dan dikawinkan dengan iparnya.
  5. Orang yang menuba Batang Rokan.
  6. Perkelahian antara seseorang dengan memakai alat atau tidak, tidak mengeluarkan darah namun meninggalkan bekas di kepala antara rambut dan kening ditambah utang dengan bedak kasai dan kain sekabung. Biaya pengobatan ditanggung oleh orang yang melakukannya hingga sembuh.
  7. Mencaci suku dan mengina suku.
  8. Perkelahian dengan cara pengeroyokan bersama. 
  1. Berzina antara perjaka dengan gadis meskipun atas dasar suka sama suka namun menurut hukum saja dan tidak dibenarkan secara adat. Utang dibayar setelah dikawinkan sewaktu akan diselesaikan acara lain menurut adat.
  2. Yang telah berzina antar induk yang tidak boleh dikawin secara adat ditambah utangnya, yakni si laki-laki harus keluar induk dan kawinnya menurut hukum saja, tidak dibenarkan secara adat. Utangnya dibayar sewaktu akan masuk induk yang lain.
  3. Istri yang berzina dengan lelaki lain atas dasar suka sama suka. Istri turun sehelai sepinggang. Istrinya wajib diceraikan oleh suami, jika suami berkeberatan istri dikawinkan secara hukum, hutang ditanggung oleh yang bersalah (laki-laki yang menzinai).
  4. Laki-laki yang melarikan anak kemenakan orang (perempuan) ke daerah lain sampai kawin sewaktu kembali ke kampung mau dikendurikan kembali, maka tidak boleh dikendurikan secara adat. Hutang ditanggung oleh yang bersalah.

 

Hutang untuk Datuk-datuk Adat dan Mamak Adat.

 

  1. Siapa, di antara Datuk-datuk Adat atau Mamak Adat yang melanggar keputusan adat terhadap anak kemenakan. Ninik Mamak dihutangkan berjamu makan dengan memotong kambing di Balai Adat bersama Datuk-datuk Adat, yang bersalah harus datang dan waktu pembayarannya paling lama tiga bulan.

 

  1. Jika orang somondo yang melaksanakan kenduri secara adat atas pekerjaan yang seharusnya tidak boleh dilaksanakan secara adat. Orang somondo dituntut dengan jamuan makan memotong kambing dan dilakukan di Balai Adat bersama datuk-datuk dan mamak-mamak adat.

 

  1. Orang yang telah berzina dikawinkan secara hukum saja. Setelah dikawinkan, laki-laki tersebut menceraikan istrinya. Ketika itu juga turun malin dan laki-laki itu dituntut dengan uang seharga jamuan dan seekor karnbing. Uang tersebut diserahkan kepada bekas istrinya.

 

  1. Jika datiak/mamak, istrinya dizinai orang setelah diberi tahu dengan ada sanksi tidak diindahkannya maka datuk/mamak tersebut diperhentikan dari pekerjaann memegang adat.

 

  1. Jika Terjadi pertemuan anak kemenakan laki-laki dan perempuari di tempat sunyi atau gelap, maka dilaporkan kepada Ninik Mamak kedua belah pihak untuk menasehati atau mengkawinkannya.

 

  1. Anak kemenakan narnpak sedang melakukan perzinaan dengan seorang lelaki, maka yang melihat dan melaporkan-nya diiringi bukti serta tahan disumpah, sedangkan mereka yang melakukan tidak berani disumpah Al-Qur'an, mereka dikawinkan saja menurut hukum. Ditambah berhutang memotong seekor kambing. Waktu pembayarannya adalah sewaktu akan menyelesaikan acara lain menurut adat mereka.

 

  1. Pakaian hitam wajib dipakai oleh pucuk suku sampai mato-mato sewaktu melaksanakan kenduri anak kemenakan.

 

 

 

 

Sumber : Buku yang berjudul Sejarah dan Adat Istiadat Masyarakat Luhak Kepenuhan

Penulis : Ismail Dt. Podano Montoi